Adzan Dilarang Berkumandang, Mufti Quds : Israel Lakukan Rasisme dan Yahudisasi

Faktapos.com – Tel Aviv, 22 Juni 2018. Mufti Quds mengatakan, rezim Zionis melarang penggunaan speaker untuk mengumandangkan azan di Palestina pendudukan sejalan dengan upaya yahudisasi.

Rezim Zionis akan melaksanakan undang-undang pencegahan mengumandangkan azan lewat speaker di 500 masjid di sejumlah daerah Palestina dengan alasan menciptakan ketidaknyamanan bagi para zionis.

Menurut laporan IRIB hari Kamis (21/6), Sheikh Mohammad Hossein, Mufti al-Quds menambahkan, dimulainya kembali larangan mengumandangkan azan lewat speaker dan pengumuman bahwa penayangan azan menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan adalah demi tujuan para kriminal dan ekstremis serta mengekspresikan rasisme rezim penjajah dan ekstremisme organisasi-organisasi afiliasinya.

Mufti Quds menyinggung upaya Zionis untuk mengabaikan adat istiadat dan hukum internasional serta mendesak organisasi lokal dan internasional, khususnya UNESCO untuk mengakhiri kejahatan yang sering dan semakin meningkat dari Zionis.

Parlemen Zionis (Knesset) hari Rabu malam (20/6) juga mengesahkan rancangan undang-undang larangan mengambil gambar dan video dari agresi militer Zionis di Palestina pendudukan.

Yousef Jabareen, anggota Arab Knesset mengatakan, tujuan dari ratifikasi RUU ini untuk menutupi wajah asli rezim Zionis dan menyembunyikan kejahatan militer Zionis, khususnya aksi-aksi teror mereka.(Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *