Al-Jaafari : Beberapa anggota DK PBB Mencoba berbohong Untuk Dalih Agresi terhadap Suriah

Faktapos.com – New York, 10 April 2018.
Perwakilan Permanen Suriah untuk PBB, Dr. Bashar al-Jaafari, mengatakan bahwa agresi Israel terhadap Suriah tidak akan berhasil melindungi agen Israel dan organisasi teroris, disamping itu beberapa anggota tetap Dewan Keamanan PBB mencoba berbohong untuk mencemarkan nama baik Suriah dan membuat dalih untuk menyerangnya.

Al-Jaafari, selama sesi Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Suriah pada Senin malam, mengutuk dalam istilah terkuat agresi Israel di T-4 Airport di provinsi Homs sebagai pelanggaran mencolok terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 350 tahun 1974 dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan untuk memberantas terorisme.

Baca :
https://www.faktapos.com/israel-serang-pangkalan-udara-suriah-empat-penasihat-militer-asal-iran-tewas/

https://www.faktapos.com/diduga-dukung-teroris-persenjataan-buatan-as-dan-israel-ditemukan-di-ghouta-timur/

Dia menegaskan bahwa agresi Israel merupakan respon tidak langsung terhadap keberhasilan Tentara Arab Suriah dalam mengusir kelompok-kelompok teroris dari pinggiran Kota Damaskus dan desa-desanya dan daerah-daerah Suriah lainnya.

“Agresi Israel berulang tidak akan menghalangi Tentara Arab Suriah dari melanjutkan pencapaian militer yang menentukan dalam memerangi terorisme,”

“Telah terbukti salah kampanye yang dilakukan oleh beberapa negara, beberapa di antaranya adalah negara anggota tetap DK PBB, pada situasi kemanusiaan yang memburuk di Ghouta timur,” katanya.

Al-Jaafari mengatakan bahwa pemerintah dari beberapa negara terbiasa berbohong, namun untungnya mereka tidak memiliki ketepatan dalam membuat kebohongan mereka, menambahkan bahwa efek dari kebijakan berbohong yang diadopsi oleh beberapa negara anggota Dewan Keamanan telah menjadi seperti senjata pemusnah masal.

Dia menambahkan bahwa sebelum serangan gas Sarin diluncurkan oleh kelompok-kelompok teroris di Khan al-Asal di Aleppo pada 19 Maret 2013, Suriah menginformasikan kepada Dewan Keamanan pada 10 Desember 2012 bahwa AS, Inggris dan Perancis telah meluncurkan kampanye tuduhan pada kemungkinan meluncurkan serangan seperti itu oleh Pemerintah Suriah, dan kami memperingatkan bahwa tuduhan ini membuka jalan untuk menyediakan senjata kimia kepada kelompok teroris bersenjata oleh pemerintah yang mensponsori mereka.

Al-Jaafari menambahkan “Kami mencatat dalam setiap bab dari skenario dugaan penggunaan bahan kimia bahwa bahan-bahan ini tidak menargetkan militan sama sekali tetapi hanya menargetkan anak-anak dan wanita,”

Dia menegaskan bahwa Suriah siap memfasilitasi masuknya misi pencari fakta Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) ke Douma secepat mungkin untuk memverifikasi tuduhan serangan itu. (Fp/Dak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *