Angkot Tanah Abang akan Demonstrasi, Tuntut Anies Baswedan

Jakarta, FaktaPos – Para pengemudi angkutan kota jurusan Tanah Abang akan demonstrasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka lagi Jalan Jatibaru Raya dan Putaran Blok A Tanah Abang. Para sopir angkot itu akan demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, DPRD DKI dan Mahkamah Agung pada hari ini, Senin, 22 Januari 2018.

Menurut pantauan, puluhan mobil mikrolet berwarna biru muda telah diparkir di sepanjang Jalan Jati Baru, Tanah Abang. Angkot yang berkumpul punya trayek melalui kawasan Pasar Tanah Abang, di antaranya angkot APB JP03 dan mikrolet M08, M09, M11 serta M10.

Solihin (49 tahun) sopir angkot JP 03 jurusan Bendungan Hilir-Roxi mengatakan tengah menunggu kawan-kawan lainnya berkumpul. Dia mengatakan akan ada ribuan angkot yang ikut berdemo. Selain itu, kata dia, para pedagang dan kurir juga akan ikut berdemo. “Penutupan jalan itu nyusahin kami,” kata dia di Jalan Jati Baru.

Pengemudi angkot lainnya, Abdurahman (40) mengatakan penutupan jalan Jatibaru Raya membuat jalan di sekitar Tanah Abang jadi macet. Penutupan jalan itu, kata dia, membuat penghasilannya menurun. “Makanya nih saya ikut demo,” kata pengemudi angkot M10 jurusan Tanah Abang-Jembatan Lima itu.

Sebelumnya, dalam konsep penataan kawasasan Tanah Abang tahap pertama, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno menutup Jalan Jati Baru Raya yang ada di depan Stasiun Tanah Abang pada pukul 08.00-18.00 setiap hari. Penutupan berlaku untuk kedua jalur, baik yang mengarah ke Jalan Kebon Jati maupun sebaliknya. Kendaraan pribadi dan umum dilarang melintasi jalan itu pada waktu yang telah ditentukan.

Anies kemudian memperbolehkan PKL yang biasa berdagang di trotoar berjualan di salah satu jalur yang mengarah ke Jalan Kebon Jati. Sedangkan satu jalur lainnya digunakan untuk perlintasan bus Transjakarta Explorer.

 

Setelah itu, pada 9 Januari 2018, pemerintah juga menutup putaran di depan Blok A Tanah Abang mulai pukul 12.00 sampai 18.00 WIB. Penutupan putaran ini kemudian juga menuai pro-kontra, terutama dari para porter yang kesulitan mengantarkan barang. (HMB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *