AS dan Turki Menghambat Jalan Pembersihan sisa-sisa ISIS di Suria.

Faktapos.com – Rusia. 20 Februari 2018.
Peperangan antara Pemerintah Suria dengan pemberontak, jihadist dan Teroris ISIS sekian tahun lalu sudah menunjukkan tanda-tanda reda, bahkan akan diadakan solusi perundingan duduk bersama dengan beberapa kelompok oposisi.

Teroris ISIS sudah dihancurkan sehingga masa depan Suria bisa ditentukan oleh Suria sendiri, seperti yang diusulkan dan diharapkan Rusia, Iran Cina dan lainnya. Sayangnya AS dengan membantu langsung atau tidak dan Turki. Mengganggu dan menghambat kemajuan yang sudah dicapai selama ini.Penasihat Politik dan Media Presiden Dr. Bouthaina Shaaban mengatakan bahwa agresi Turki di Suriah dan kehadiran AS yang tidak sah di negara itu telah melanggar hukum internasional serta mengganggu proses solusi politik dan kemenangan atas terorisme.

Berbicara di Valdai Discussion Club pada hari Senin (19/02), Shaaban, sebagaimana dilaporkan SANA, mengatakan bahwa rezim Turki telah membantu teroris memasuki Suriah, dan ketika menyadari bahwa para teroris telah gagal, mereka kemudian melanggar hukum internasional dan mulai mengganggu di Suriah utara.

Ia menekankan bahwa rezim Turki terus melanggar perjanjian penghentian permusuhan dengan cara yang membuat kerja sama di antara negara-negara penjamin perjanjian menjadi sulit, menegaskan bahwa PBB harus mengutuk pendudukan Turki di wilayah Suriah.

Penasehat presiden Suriah itu kemudian memuji peran Iran dan Rusia serta usaha mereka untuk menyelesaikan krisis di Suriah, dengan mengatakan bahwa dunia akan berterima kasih kepada mereka setelah kemenangan atas terorisme dan menjamin masa depan yang aman dan tenteram, menambahkan bahwa apa yang dilakukan Iran dan Rusia adalah berbeda dengan apa yang dilakukan oleh AS dan negara-negara Eropa yang berusaha mengendalikan Suriah untuk mempertahankan kepentingan mereka di kawasan dan melindungi entitas pendudukan Israel.

Ia mengatakan bahwa kehadiran AS di Suriah dan intervensi intervensi AS-Eropa memperparah krisis tersebut, dan bahwa agresi AS terhadap Suriah terus berlanjut melalui tentara bayaran yang didukung Washington, namun ini akan berakhir karena Suriah adalah milik orang-orang Suriah dan hanya milik orang-orang Suriah. (Fp/Dak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *