AS Siap Kerahkan Pesawat F-35 Untuk Perang Dengan Rusia di Idlib

Faktapos.com – Damaskus, 15 September 2018. Amerika Serikat memiliki kapal induk yang menjadi tuan rumah pesawat jet tempur siluman F-35B di Timur Tengah saat Rusia mengancam pasukan Washington di Suriah. Jika pertempuran pecah, Amerika Serikat tidak akan punya pilihan selain mengirim jet tempur canggih tersebut.

Moskow dan sekutunya, rezim Damaskus, telah meluncurkan serangan terhadap Provinsi Idlib, wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak di negara itu. Washington juga telah memprediksi akan ada penggunaan senjata kimia dalam prosesnya.

Pemerintah Suriah telah dikaitkan dengan 33 kasus penggunaan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri selama tujuh tahun perang sipil. Bersama Moskow, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad juga dituduh Barat telah melakukan kejahatan perang seperti pemboman tanpa pandang bulu terhadap rumah sakit dan sekolah.

Sedangkan Moskow dan medianya menuduh teroris dan kelompok pemberontak yang didukung Barat sudah merencanakan dan bersiap menjalankan serangan senjata kimia terhadap anak-anak dan keluarga di Idlib untuk membenarkan Amerika Serikat dan sekutunya untuk menyerang rezim Assad.

Rusia telah membuat klaim seperti itu sebelumnya, dan itu tidak menghentikan AS untuk menyerang Suriah di masa lalu. Kali ini, ketika Suriah dan Rusia menyaksikan kemenangan berdarah atas para pemberontak yang tersisa, Rusia telah mengirim telegraf bahwa pihaknya akan menyerang balik AS jika rudal Washington mengenai sasaran Suriah atas tuduhan penggunaan senjata kimia.

Rusia duduk diam ketika AS membombardir Suriah dua kali sebelumnya. Kali ini, Washington mengancam akan menghantam rezim Assad “lebih kuat”.

Dengan armada kecil kapal Rusia di Mediterania, Moskow telah mengambil langkah-langkah untuk terlihat lebih berkomitmen untuk mencegah rezim Assad diserang Washington dan sekutunya.

Dalam menghadapi kehadiran Angkatan Laut Rusia yang sangat besar di Laut Tengah yang memeluk pesisir Suriah, AS tidak memiliki kelompok tempur kapal induk di mana pun di dekat wilayah tersebut.

Namun AS memang memiliki USS Essex, sebuah kapal induk helikopter kecil Angkatan Laut AS yang dimodifikasi untuk membawa pesawat jet tempur siluman F-35B. USS Essex dan kapal-kapal yang menyertainya di Terusan Suez dan kapal-kapal perang Rusia di Laut Mediterania merupakan salah satu konsentrasi terbesar dari kekuatan angkatan laut yang pernah melaut.

Juru bicara Korps Marinir AS Kapten Christopher Harrison mengatakan kepada USNI News bahwa F-35B yang sudah lama ditunggu-tunggu debutnya telah memperbarui perangkat lunak yang memberinya “kemampuan tempur secara penuh”

Kemampuan F-35, yang diklaim melebihi apa pun yang F/A-18 miliki, bisa diandalkan di lingkungan seperti Suriah.

Rezim Assad sendiri telah mengembangkan sistem rudal pertahanan yang dipasok Rusia, dan menciptakan beberapa ruang udara paling menantang di dunia. Hanya jet tempur siluman dengan sensor canggih, seperti F-35B, yang bisa dengan aman mengambil misi pertempuran di wilayah udara Suriah.

“Kemampuan F-35 untuk beroperasi di wilayah yang diperebutkan, termasuk lingkungan anti-access/area-denial yang tidak dapat ditembus oleh (jet) tempur lama, memberikannya (kekuatan) lebih mematikan dan fleksibilitas kepada komandan kombatan daripada platform tempur lainnya,” kata Harrison, yang dilansir Business Insider, Jumat (14/9/2018).

F-35B AS belum pernah merasakan pertempuran. Tembakan rudal di wilayah itu  telah menjatuhkan jet tempur Israel, Suriah, dan Rusia selama perang berlangsung. Suriah sendiri sejatinya telah melihat debut tempur F-35I Israel dan jet tempur Su-22 miliknya telah ditembak jatuh jet tempur F-18 Super Hornet Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu.

Jika Rusia serius mendukung sekutunya dan membalas serangan AS, tidak diragukan lagi Moskow membutuhkan kekuatan udara untuk melakukannya. Tetapi, AS bukan saja memiliki pesawat siluman F-35 yang siap menyerang Rusia dengan sesuatu yang belum pernah terlihat, namun mereka juga memiliki pangkalan udara yang cukup besar di kawasan Timur Tengah yang membuat ancaman Moskow terlihat kurang serius.(Sindo/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *