Dikunjungi Presiden Irak, Pemimpin Tertinggi Iran Ungkap “Resep” Menjadi Negara Yang Kuat

Faktapos.com – Teheran, 19 November 2018. Dilansir dari situs resmi kantor Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran melakukan pertemuan dengan presiden Irak yang baru, Barham Salih bersama rombongan, Tehran, sabtu (17/11).

Dalam pertemuan tersebut Ayatullah Khamenei mengucapkan selamat atas terselenggaranya pemilihan umum parlemen, presiden dan perdana menteri di Irak yang berjalan dengan aman dan lancar.

Berkaitan dengan kesuksesan tersebut, Pemimpin Revolusi Iran menjelaskan lima kunci sukses dalam menyelesaikan permasalahan negara dan menghadapi segala bahaya yang mengancam kepentingan negara.

“Cara untuk menyelesaikan segala permasalahan dan untuk menghadapi bahaya konspirasi pihak-pihak yang berniat buruk adalah dengan menjaga kekuatan persatuan nasional Irak, mengenali teman dan kawan dengan benar, keteguhan dalam menghadapi musuh yang licik, memberikan kepercayaan kepada para pemuda dan menjaga dan menguatkan hubungan dengan ulama dan maraji’,” kata Ali Khamenei.

Ayatullah Ali Khamenei juga menyampaikan selamat atas dilantiknya Barham Salih menjadi presiden Irak yang baru. Beliau juga menyinggung tentang eratnya hubungan dan persaudaraan Irak dan Iran yang juga memiliki sejarah yang panjang.

“Hubungan kedua bangsa ini tiada duanya. Salah satu buktinya dapat dilihat dari terselenggaranya ziarah Arbain Imam Husain,” tuturnya.

Ribuan Terimakasih Para Peziarah Arbain atas Jamuan dan Sambutan Warga Irak yang Sangat Luar Biasa

Menyinggung kehadiran lebih dari dua juta warga Iran di aksi long march Arbain di Karbala, Irak pada tahun ini, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Warga Iran yang kembali dari Ziarah Arbain Imam Husain dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan ribuan terima kasihnya atas segala penyambutan dan jamuan yang diberikan oleh warga Irak. Ini adalah bukti kebesaran hati warga Irak yang luar biasa dalam menjamu para peziarah Iran. Penyambutan yang sangat baik dan penuh keramahan ini yang dilengkapi dengan terjalinnya hubungan dua bangsa yang penuh kecintaan ini tak dapat dijelaskan dengan kata-kata kecuali melalui dengan bahasa yang puitis.”

Pemimpin Tertinggi Iran juga mengucapkan terimakasih yang begitu besar kepada Presiden, Perdana Menteri, dan para pejabat lainnya atas penyambutan yang luar biasa ini.

“Kini bangsa Irak telah berhasil meraih kembali tanah airnya yang sebelumnya berada di bawah pimpinan rezim diktator. Kini mereka sepenuhnya merdeka dan dapat memperoleh hak memilih dan berpendapat. Sebagian negara dan rezim asing yang picik berusaha membuat rakyat Irak tak dapat mencicipi buah kemenangan dan pencapaian besar dan berusaha menghancurkan kedamaian di Irak dan kawasan secara umum.”

“Satu-satunya jalan untuk menghadapi konspirasi ini adalah dengan menjaga kekuatan persatuan antara kelompok-kelompok di Iran yang mencakup Arab, Kurdi, Sunni dan Syiah.”

Ayatullah Khamenei tak lupa menegaskan pentingnya kerjasama dan hubungan kedua pihak antara Iran dan Irak. “Para pejabat di Republik Islam (Iran) sangat serius dalam hal penguatan hubungan kerjasama dengan Irak. Saya sendiri juga sangat meyakini hal itu.”

Menurutnya, kedua negara memiliki potensi yang luar biasa untuk melanjutkan kerjasama dengan lebih kokoh. “Irak yang bermartabat, kuat, otonom dan maju sangat baik untuk Iran. Kami pasti akan terus berada di samping saudara kami, Irak,” katanya.

Ayatullah Khamenei juga menekankan tentang sangat pentingnya menjaga dan memperkuat hubungan dengan para ulama dan maraji’. “Hubungan dengan dewan Marjaiyah di berbagai tahapan dan situasi akan efektif dan mampu membantu menyelesaikan permasalahan,” ucap mantan presiden Iran tersebut.

Pentingnya Pemerintah Irak untuk Berpegang pada Arahan Ulama dan Memberikan Kepercayaan pada Generasi Muda

Pemimpin Revolusi Islam Iran berpesan, memberikan kepercayaan yang besar kepada para pemuda adalah langkah awal untuk melakukan berbagai pencapaian yang besar. “Contoh buah dari pemberian kepercayaan kepada pemuda yang paling jelas adalah pembentukan Al-Hashd al-Sha’bi dalam upaya perlawanan terhadap terorisme takfiri, yang mana itu juga harus dipertahankan,” jelasnya.

Ucapan Presiden Irak

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Irak mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Pemimpin Revolusi Islam Iran adalah sebuah kebanggaan besar. Ia mengatakan, “Saya datang ke Tehran dengan pesan yang jelas dan tegas. Dimana faktor-faktor dan elemen-elemen penghubung kedua bangsa, Iran dan Irak memiliki sejarah yang panjang yang sudah mengakar kuat dan tak dapat diubah.”

Presiden Irak menyinggung proses perundingan pihaknya dengan Iran di Tehran. Ia megatakan, “Kami menginginkan kerjasama yang lebih kuat dari sebelumnya di berbagai bidang. Dan meningkatkannya di level seperti besarnya kedekatan dua bangsa di bidang kebudayaan dan dalam kepentingan bersama.”

Barham Salih menganggap, penyambutan terhadap para peziarah Arbain Imam Husain adalah sebuah kehormatan yang besar bagi pemerintah dan bangsa Irak. Sebaliknya ia mengingatkan tentang besarnya bantuan dan dukungan bangsa Iran di masa perlawanan terhadap rezim diktator Saddam Hussein dan tentunya di saat peperangan melawan terorisme. Rakyat Irak tidak akan pernah melupakan pengabdian tersebut, katanya.

“Kami menganggap kebijaksanaan dan rasionalitas dan tuntunan para ulama adalah sebuah nikmat yang besar untuk mewujudkan stabilitas dan kedamaian serta kemajuan negara Irak,” ucap Salih.

Presiden Irak juga mengatakan bahwa yang menjadi prioritas utama para pejabat Irak di masa pemerintahan baru ini adalah rekonstruksi dan penghidupan kembali infrastruktur, pemberantasan korupsi, pemberian pelayanan yang layak kepada rakyat Irak, perbaikan dalam pemerintahan, serta peningkatan persatuan nasional.

“Kami bertekad membangun Irak untuk menjadi negara yang kuat di kawasan. Kami berharap besar untuk dapat memperoleh banyak manfaat dari besarnya kerjasama dengan Republik Islam Iran dalam pembangunan Irak yang lebih besar dari yang telah kami raih sebelum ini,” tutup Barham Salih.(beritadunia/Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *