Hubungan Mesra Antara UEA – Arab Saudi Retak?

Faktapos.com – Jakarta, 6 Mei 2018.
Tanda-tanda retaknya hubungan antara UEA dan Saudi bukan hanya menyangkut ‘agresi’ ke pulau Socotra Yaman. Dimana Saudi, utamanya Mansour al Hadi (Presiden Yaman Boneka Saudi) memprotes sebagai tindakan agresi dan gegabah.

Sebelumnya juga dikabarkan bocornya dokumen rahasia UEA dan Saudi. “Putra Mahkota Abu Dhabi, dikatan sedang berupaya memutuskan hubungan dengan Kerajaan Arab Saudi,” Uni Emirat Arab sangat yakin kebijakan-kebijakan Arab Saudi gagal, baik secara domestik dan luar negeri, khususnya di Libanon dan Uni Emirat Arab sangat tidak puas dengan kebijakan-kebijakan Arab Saudi. Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed kebakaran jenggot. Surat kabar Libanon, Al Akhbar mempublikasi dokumen-dokumen diplomatik rahasia berisi penolakan-penolakan Uni Emirat Arab terhadap kebijakan Arab Saudi.

Baca : https://www.faktapos.com/heboh-mansour-hadi-koalisi-saudi-kecewa-uea-melakukan-agresi-di-socotra-yaman/

Dalam pemberitaannya, Al Akhbar menyebut dokumen diplomatik yang bocor itu adalah dokumen yang dikirimkan oleh Duta Besar Uni Emirat Arab dan Duta Besar Yordania di Beirut kepada negara masing-masing. Salah satu dokumen yang bocor tertanggal 20 September 2017, mengungkapkan hasil pertemuan antara Duta Besar Yordania di Libanon, Nabil Masarwa dengan Duta Besar Kuwait untuk Libanon, Abdel-Al al-Qenaie.

“Putra Mahkota Abu Dhabi, sedang berupaya memutuskan hubungan dengan Kerajaan Arab Saudi,” demikian bunyi salah satu dokumen diplomatik yang bocor dan dipublikasi Al Akhbar, berdasarkan pernyataan Duta Besar Kuwait.

Dalam pemberitaannya, Al Akhbar menyebut dokumen diplomatik yang bocor itu adalah dokumen yang dikirimkan oleh Duta Besar Uni Emirat Arab dan Duta Besar Yordania di Beirut kepada negara masing-masing. Salah satu dokumen yang bocor tertanggal 20 September 2017, mengungkapkan hasil pertemuan antara Duta Besar Yordania di Libanon, Nabil Masarwa dengan Duta Besar Kuwait untuk Libanon, Abdel-Al al-Qenaie.

“Putra Mahkota Abu Dhabi, sedang berupaya memutuskan hubungan dengan Kerajaan Arab Saudi,” demikian bunyi salah satu dokumen diplomatik yang bocor dan dipublikasi Al Akhbar, berdasarkan pernyataan Duta Besar Kuwait.

Dikutip dari situs Al-Jazeera pada Rabu, 18 Maret 2018, dokumen kedua tertanggal 28 September 2017 mengungkap pertemuan singkat antara Duta Besar Yordania dengan delegasi Uni Emirat Arab, Hamad bin Saeed al-Shamsi. Dalam dokumen itu dikatakan Duta Besar Yordania di Libanon melaporkan kepada pemerintahannya bahwa Uni Emirat Arab sangat yakin kebijakan-kebijakan Arab Saudi gagal, baik secara domestik dan luar negeri, khususnya di Libanon dan Uni Emirat Arab sangat tidak puas dengan kebijakan-kebijakan Arab Saudi. (Fp/Dak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *