Israel Bantu Kelompok Teroris “White Helmets” Kabur dari Suriah

Faktapos.com – Tel Aviv, 24 Juli 2018. Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengakui keterlibatan Israel dalam membantu ratusan anggota White Helmets melarikan diri dari Suriah.

Militer Suriah menemukan banyak bukti yang menunjukkan dukungan White Helmets kepada kelompok-kelompok teroris terutama Tahrir al-Sham (Front al-Nusra). Bukti-bukti ini ditemuka di berbagai wilayah yang berhasil dibebaskan dari pendudukan kelompok-kelompok teroris.

Berdasarkan bukti yang ditemukan, White Helmets telah membantu kelompok teroris Tahrir al-Sham untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan terkait penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah.

Menurut surat kabar Rai al-Youm, PM rezim Zionis telah mengungkap rincian kesepakatan terkait bantuan kepada White Helmets untuk kabur dari Suriah.

Netanyahu mengatakan, Israel telah melakukan operasi untuk membantu ratusan anggota White Helmets dan keluarga mereka keluar dari Suriah melalui Dataran Tinggi Golan, di mana tindakan ini dilakukan atas permintaan Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Eropa.

Menyusul kemajuan operasi militer Suriah di wilayah selatan negara ini, 800 anggota White Helmets yang menyebut dirinya sebagai “petugas penyelamat,” melarikan diri ke Inggris, Jerman, Kanada dan Yordania dengan bantuan Israel.

Militer Israel dalam pernyataan terbaru juga mengkonfirmasi operasi pemindahan anggota White Helmets ke “sebuah negara tetangga.”

Militer rezim Zionis mengaku bahwa langkah tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah AS dan beberapa negara Eropa.

Sementara itu, pemerintah Yordania mengabarkan bahwa 800 anggota White Helmets, setelah transit di negaranya akan dikirim ke Inggris, Kanada dan Jerman.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Minggu malam dalam wawancara dengan surat kabar Bild mengumumkan kesiapan negaranya untuk menerima anasir kelompok teroris White Helmets.

White Helmets (Helm Putih) bukanlah relawan, melainkan tim khusus untuk menolong para teroris di Aleppo timur. Mereka juga berperan dalam propaganda anti-pemerintah Suriah dengan cara aktif membuat video-video penyelamatan dari yang mereka sebut ‘korban bom Assad’, meski berkali-kali terbukti video tersebut rekayasa.

Jurnalis independen, Vanessa Beeley yang datang ke Aleppo mewawancarai warga, menemukan bahwa warga Aleppo timur tidak mengenal White Helmets dan menyebut mereka sebagai al -Nusra, bukan White Helmets. (Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *