Israel Gelar Latihan Perang Besar-Besaran di Dataran Tinggi Golan

Faktapos.com – Tel Aviv, 11 Juni 2018. Militer rezim Zionis sejak 10 Juni 2018 menggelar manuver militer mendadak dan secara meluas di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan yang akan berlangsung selama beberapa hari. Dalam manuver tersebut ratusan jet tempur, helikopter dan pesawat transportasi diterjunkan.

Dataran Tinggi Golan dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari sebelumnya, menjadi pusat perhatian Israel. Salah satu indikasi fokus tersebut adalah ketika juru bicara militer Israel menyebut manuver militer di Golan itu “mendadak” dan bahkan militer Israel mengerahkan unit-unit cadangannya untuk menggelar manuver perang tersebut. Meski diklaim tujuannya adalah menjaga kesiapan militer Israel, namun Tel Aviv mengacu tujuan lain yang lebih penting dari manuver tersebut.

Salah satu tujuan terpenting Israel dalam pelaksanaan manvuer tersebut adalah berkaitan dengan rencana langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump. AS tampaknya akan menggunakan trik yang sama seperti merelokasi kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Quds, juga akan mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai baian dari wilayah pendudukan.

Pelaksanaan manuver militer di Dataran Tinggi Golan itu semacam pengumuman persiapan untuk langkah Trump dan penekanan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel.

Dataran Tinggi Golan memiliki luas sekitar 1.200 kilometer per segi. Rezim Zionis pada perang 1967 menduduki wilayah tersebut dan sejak 1974, Tel Aviv menempatkan sekitar 20 ribu pemukum Zionis di Dataran Tinggi Golan. Adapun warga pribumi di wilayah tersebut menolak mendapat kewarganegaraan Israel dan melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Zionis.

Pada tahun 1981, Israel mengumumkan bahwa Dataran Tinggi Golan dimasukkan dalam wilayah pendudukan, akan tetapi masyarakat dunia tidak mengakui langkah Israel itu. Sekarang Trump berusaha menyusun rencana untuk menggabungkan wilayah milik Suriah itu ke dalam Palestina pendudukan.

Masalah lainnya adalah bahwa Dataran Tinggi Golan pada bulan Mei lalu, menjadi sasaran serangan rudal militer Suriah. Serangan tegas itu yang merupakan balasan terhadap serangan rudal Israel terhadap Suriah, telah membuat kabinet Zionis khawatir. Manuver mendadak militer Israel di Dataran Tinggi Golan setelah satu bulan serangan rudal tersebut, dan ini merupakan reaksi Israel terhadap serangan balasan dari pihak rezim Zionis.

Tujuan ketiga Israel di balik manuver mendadak di Dataran Tinggi Golan ini sangat terkait dengan transformasi di Suriah. Israel dalam beberapa bulan terakhir berulangkali menguntut keluarnya pasukan muqawama (resistensi) dari selatan Suriah.

Hassan Shokripour, seorang analis dalam hal ini mengatakan, “Manuver di Dataran Tinggi Golan adalah skenario untuk makar-makar untuk mengusir muqawama dari selatan Suriah di masa mendatang.” Radio Israel juga menilai bahwa manuver Dataran Tinggi Golan, adalah simulasi perang di front utara yaitu di perbatasan antara Suriah dan Lebanon.

Menteri Peperangan Israel sebelumnya juga mengatakan bahwa puluhan pejuang Hizbullah berada di wilayah dekat perbatasan Israel dengan Suriah sebagai penasehat militer. Tidak diragukan lagi bahwa pergerakan dan manuver militer Israel itu akan semakin meningkatkan instabilitas dan ketidakamanan, karena Israel tidak pernah melihat dirinya harus mematuhi ketentuan internasional apapun.(Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *