Kecam Pihak Kerajaan Arab Saudi, Ulama Ternama ini Diringkus Bersama Tiga Anaknya

Faktapos.com – Riyadh, 13 Juli 2018. Para aktivis media sosial Arab Saudi memastikan bahwa ulama ternama Saudi Syeikh Safar al-Hawali, 68 tahun, dan tiga putranya diciduk beberapa hari setelah kabar mengenai buku karyanya tersiar mengandung nasihat-nasihat kepada dinasti yang berkuasa di Saudi sekaligus para ulama besar yang dekat dengan kalangan istana.

Syeikh Safar al-Hawali  adalah ulama produktif yang telah menghasilkan banyak karya tulis yang satu di antaranya telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul “Belitan Amerika di Tanah Suci”. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kondisi kesehatannya kini memburuk.

Pengguna akun twitter berbahasa Arab “Mo’taqali al-Rai” menyatakan bahwa al-Hawali diciduk dalam sebuah aksi penggerebekan rumahnya oleh aparat, dan dalam aksi ini aparat juga telah menakut-nakuti para cucunya yang masih kecil serta menyita beberapa ponsel dan perangkat elektronik.

Netizen itu juga menyebutkan aparat menangkap dua putra Syeikh al-Hawali, Abdul Rahman dan Abdullah, pada Rabu malam (11/7/2018) setelah terjadi penggerebekan terhadap sebuah pesta pernikahan saudara sepupu keduanya di kawasan al-Bahah, sementara juga ada kabar bahwa putra keempatnya yang tinggal di Mekkah tidak jelas keberadaannya.

Beberapa hari lalu sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa Syeikh al-Hawali menulis sebuah buku setebal 3000 (tiga ribu) halaman berjudul “Al-Muslimun wa al-Hadharah al-Gharbiyyah” (Muslimin dan Budaya Barat”. Buku itu masih berupa manuskrip dan belum dicetak, dan dalam buku ini dia antara lain mengecam tindakan Kerajaan Saudi menghambur-hamburkan harta demi menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat ke Riyadh, ibu kota Saudi, pada pertengahan tahun 2017.(Fp/a)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *