Kedatangan Fahri Hamzah Menuai Penolakan di NTT

Faktapos.com – Jakarta, 29 Oktober 2018. Menyikapi undangan gerakan arah baru Indonesia (Garbi) Fahri Hamzah berencana untuk mendatangi NTT. Namun hal ini menuai penolakan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan setempat.

Fahri masih menunggu konfirmasi dari pihak pengundang. “Ya, saya menunggu konfirmasi saja, karena harusnya setiap perjalanan pejabat itu kan ada atensi dari petugas keamanan setempat, itu rutin,” kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

Fahri mengatakan, hingga kini belum menerima laporan mengenai situasi terakhir setelah munculnya penolakan. Dalam acara tersebut, Fahri Hamzah akan menjadi pembicara nasional. Acara itu dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis, 18 Oktober 2018, di Hotel Sotis, Kupang.

Brigade Meo, salah satu organisasi kemasyarakatan di NTT, menolak rencana kedatangan Fahri Hamzah. “Menyikapi informasi terkait rencana kedatangan Fahri Hamsah ke Kota Kupang, maka dengan ini kami dengan tegas menyatakan menolak kehadiran Fahri Hamzah,” kata Koordinator aksi penolakan Fahri Hamzah, Yandri Nawa, Senin, 15 Oktober 2018.

Fahri Hamzah dinilai kerap mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menghancurkan kedamaian dan keutuhan bangsa. “Sebagai anggota DPR RI, Fahri bukannya menyampaikan pesan yang mempersatukan bangsa, bukannya menunjukkan teladan dalam hal saling menghargai antara lembaga dan sesama anak bangsa, tapi seringkali mengeluarkan pernyataan provokatif,” katanya.

Rangkaian rencana aksi yang dilakukan, di antaranya mengirim surat pernyataan penolakan Fahri di Kupang kepada Kapolda NTT, tembusan ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka juga akan menduduki, menolak, dan memulangkan Fahri dari Bandara El Tari Kupang. Menyisir semua hotel yang berada di Kota Kupang untuk memastikan Fahri tidak lolos atau diloloskan secara diam-diam. (tempo/i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *