Mahasiswi IAIN Tulungagung Terlibat ISIS di Suriah

Faktapos.com – Jakarta, 28 Mei 2018.
Banyak bujuk rayu mereka-mereka yang terlibat radikalisme dan akhirnya berangkat dengan slogan jihad ke Suria. Sebagian karena semangat agama yang salah, terprovokasi atau sebagian lainnya karena iming-iming gaji dan lain sebagainya. Kampanye dan propaganda serta sel ISIS di Indonesia cukup besar. Banyak masyarakat dan mahasiswa yang mendeklarasikan ISIS Indonesia seperti kasus di beberapa daerah beberapa tahun lalu. Tidak sedikit mereka yang langsung berpartisipasi untuk berangkat ke Suria.  Salah satunya adalah Mahasiswa asal IAIN Tulungagung berinisial IN.Diberitakan oleh CNNIndonesia bahwa Mahasiswi berinisial IN yang diduga terlibat ISIS dan telah dideportasi dari Suriah tercatat pernah kuliah di IAIN Tulungagung, Jawa Timur. Rektorat IAIN Tulungagung pun membenarkan hal tersebut.

“Saudari IN ini memang pernah kuliah di sini. Di IAIN Tulungagung. Namun menurut catatan akademik, yang bersangkutan sudah setahun ini tidak aktif tanpa memberi keterangan,” kata Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Tulungagung M. Abdul Aziz, seperti dilansir dari Antara, Minggu (27/5).

IN disebut Aziz sudah tidak aktif dalam kegiatan perkuliahan lagi sejak semester 6, dan setelah itu dinyatakan menghilang tanpa keterangan.

Baca juga : https://www.faktapos.com/terlibat-isis-mahasiswa-tulungagung-dideportasi-dari-suriah/

Pihak keluarga, yakni kedua orang tuanya enggan dimintai keterangan. Kendati menerima kedatangan para wartawan, orang tua IN menolak diwawancarai secara terbuka.

“Saya juga sudah mendengar kabar tersebut,” kata bapak IN.

Menurut dia, aparat keamanan beberapa kali mendatangi kediamannya setelah tersiar kabar anaknya dideportasi dari Suriah karena diduga terlibat ISIS.

Sejumlah personel dari Polres Tulungagung pun berkunjung sebelum kedatangan awak media. Sedangkan sehari sebelumnya juga ada dari Koramil dan Polsek Gondang.

Baca juga : https://www.faktapos.com/tiga-kampus-dalam-pengawasan-khusus-dari-bin-terkait-radikalisme/

“Maaf, selebihnya silakan ditanyakan ke aparat bersangkutan,” katanya.

Bapak IN mengakui masih tertekan dengan perkembangan yang terjadi.

“Masih kaget dan tidak percaya karena tiba-tiba banyak petugas yang datang dan melakukan penggeledahan,” tutur ibunda IN dengan mata sembab.

IN dideportasi dari Suriah bersama tujuh WNI lainnya karena diduga terlibat ISIS. Saat ini mereka telah berada di Indonesia dan langsung diperiksa Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Baca juga : https://www.faktapos.com/kegiatan-keagamaan-kampus-rohis-banyak-disusupi-paham-radikal/

“Tadi kami sudah cek ke satuan atas. Dan saat ini yang bersangkutan posisi masih di Jakarta dan masih dimintai keterangan oleh tim Densus 88 Anti-teror,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Rofik Sukendar. (Fp/Dak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *