Media Qatar Ungkap Konspirasi Kerjasama Arab Saudi – Israel Sejak 1967

Faktapos.com – Abu Dhabi, 5 April 2018. Surat kabar Al Sharq Al Awsat, Qatar mengangkat laporan soal dokumen yang mengungkap langkah Arab Saudi mendorong Amerika Serikat untuk membantu Israel menyerang Mesir dan Suriah serta menduduki Palestina. Dokumen itu kembali ke masa sebelum pecahnya perang Arab dan rezim Zionis Israel tahun 1967.

Mehr News, Rabu (4/4/2018) mengutip Al Sharq Al Awsat melaporkan, pernyataan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman dalam wawancara dengan majalah Amerika, The Atlantic yang mengatakan, Israel berhak hidup damai di wilayahnya, tidak terlalu mengejutkan, karena dalam sebuah dokumen, Riyadh pernah memberi lampu hijau kepada Israel untuk menduduki Palestina. Dokumen ini juga sempat dipublikasikan oleh mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh sebelum tewas.

Koran Qatar menulis, Saudi di masa itu, karena tengah terlibat konflik dengan Mesir terkait dukungan Kairo atas gerakan-gerakan politik Yaman, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada mantan presiden Amerika, Lyndon B. Johnson, mengatakan, selama Israel tidak menduduki Jalur Gaza, Gurun Sinai dan Tepi Barat, maka Mesir tidak akan pernah menarik pasukannya dari Yaman.

Menurut Al Sharq Al Awsat, dalam dokumen itu, Saudi meminta Amerika membantu Israel menyerang wilayah-wilayah strategis di Mesir sehingga negara itu terpaksa menarik pasukan dari Yaman, dan Suriah pun harus diserang sehingga setelah pemerintah Mesir tumbang, negara itu tidak bisa menjadi pemimpin negara-negara Arab.

Saudi juga menyarankan agar Jalur Gaza yang dikuasai Mesir dan Tepi Barat yang berada di bawah kontrol Yordania, diduduki dan jangan ada satu wilayah pun yang dikuasai rakyat Palestina sehingga sebagian negara Arab tidak bisa menyalahgunakan wilayah ini dengan dalih membebaskan Palestina.

Koran Qatar itu menambahkan, dokumen ini harus disandingkan dengan seluruh tindakan Saudi lain yang merugikan Dunia Arab, pasalnya dokumen ini menunjukkan bagaimana Riyadh berkonspirasi menyerang Arab dan kebijakannya mengalah kepada Israel terus berlanjut sampai memberikan izin rezim ini memiliki tanah di Palestina. (Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *