Menang Mutlak, Putin Kembali Pimpin Rusia

Rusia, FaktaPos – Pasca pelaksanaan pemilu presiden Rusia hari Ahad (18/3), Komisi Pemilu Rusia mengumumkan bahwa partisipasi rakyat dalam pemilu ini lebih dari 67 persen. Sementara penghitungan suara sementara sekitar 97 persen dari suara masuk menunjukkan Vladimir Putin meraih suara 76,6 persen.

Lebih dari 52 juta warga Rusia yang berpartisipasi dalam pemilu memilih Putin dan itu berarti hasil terbaik yang diraihnya selama mengikuti pemilu presiden dan bahkan hasil terbaik dalam sejarah Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet. Sebelumnya telah diprediksi bahwa Putin akan memenangkan pemilu presiden ini dengan suara sekitar 70 persen, tapi hasil yang diraih hingga kini ternyata melewati prediksi sebelumnya.

Vladimir Putin

Tentu ada banyak alasan bagi kemenangan Putin ini. Sejak tahun 2000 ketika Putin terpilih sebagai presiden Rusia, ia berusaha keras untuk membangun kembali negara luas ini, sehingga pasca runtuhnya Uni Soviet, Rusia mampu mengambil perannya di kancah internasional. Putin memiliki kekhususan individu, kepribadian, perilaku dan kinerja yang membuatnya banyak meraih kesuksesan di dalam maupun luar negeri.

Di dekade 1990-an, Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet berada di bawah kepemimpinan Boris Yeltsin. Di masa itu Rusia menghadapi banyak masalah dalam dan luar negeri. Namun ketika Putin diangkat menjadi presiden Rusia, ia berhasil memperbaiki kondisi yang ada. Putin berhasil menciptakan stabilitas politik dan keamanan serta mengakhiri kekacauan di Rusia yang sangat didambakan oleh warga negara ini.

Kenaikan harga minyak pada dekade pertama abad 20 termasuk alasan penting untuk membangun kembali ekonomi Rusia yang berujung pada pembangunan dan peningkatan kekuatan militer negara ini. Pada saat yang sama, dalam kerangka Eurasianism, Putin berusaha mempromosikan nasionalisme Rusia di luar negeri agar posisi yang sebelumnya diisi oleh Uni Soviet ditempati kembali kepada Rusia.

Kebijakan dan langkah-langkah yang diambil Putin tidak pernah menyenangkan Barat, khususnya Amerika. Putin dengan berani menghadapi langkah-langkah arogansi Barat seperti berkonfrontasi dengan NATO pasca krisis Ukraina dan menghadapi Barat, khususnya Amerika di Suriah dengan mengirim persenjataan dan pasukan militer ke negara ini.

Namun bukan berarti Rusia tidak punya masalah besar di dalam dan luar negeri. Masalah penting yang dihadapi Rusia di dalam negeri adalah korupsi dan ketidakefektifan sistem birokrasi. Dengan demikian, Putin mungkin akan menggantikan Dimitry Medvedev, Perdana Menteri Rusia dan sejumlah pejabat tinggi lainnya demi menyelesaikan problema yang sudah berlangsung lama.(HMB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *