Mohammed bin Salman Tekan Palestina Terima Tawaran Trump. Jika Tidak….?

 

Faktapos.com –  Jakarta, 1 Mei 2018.
Kontroversial Muhammad Bin Salman dalam hubungannya dengan Israel dan Trump terus dilakukan. Setelah mengusulkan menerima keputusan Trump tentang Palestina dan masalah Ibukota Plestina. Putra Mahkota Kerajaan Saudi, Mohammed bin Salman menyebut Palestina harus menerima tawaran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atau diam sama sekali.

Pernyataan ini dikutip dari Aljazeera pada 30 April 2018, yang melansir media Israel bahwa Mohammed bin Salman menyebut pemimpin Palestina harus menerima tawaran yang diajukan presiden Trump jika ingin perdamaian terwujud.

Pernyataan pangeran bin Salman dilontarkan saat pertemuan tertutup dengan kepala organisasi Yahudi Amerika Serikat di New York bulan lalu. Salman mengkritik Presiden Mahmoud Abbas yang menghiraukan kesempatan dan menolak syarat yang diajukan untuk mencapai kesepakatan damai antara Palestina-Israel.

“Ini waktunya Palestina menerima proposal dan setuju untuk berunding atau diam sama sekali dan berhenti mengeluh,” tegas Salman.


Pernyataan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel Desember tahun lalu, mengundang reaksi keras dan kritik dunia.

Pemimpin Palestina menganggap Israel telah mencaplok Yerusalem Timur dengan agresi militer pada 1967 untuk dijadikan ibukota masa depan Israel.

Bin Salman dilaporkan mendesak Abbas untuk menerima kerangka perdamaian yang diajukan AS setelah Trump mengakui Yerusalem ibukota Israel. Namun pemerintah Palestina memboikot Gedung Putih dan menolak segala perundingan yang diajukan AS.

Mohammed bin Salman dan menantu Trump, Jared Kushner, dikabarkan memiliki hubungan baik. Kushner sendiri ditunjuk Trump untuk memimpin tim pengawas negosiasi Palestina-Israel. Menurut anak kesayangan raja Arab Saudi ini, negosiasi perdamaian Israel-Palestina akan berdampak baik bagi hubungan negara-negara Arab dengan Israel. Pemerintah Arab Saudi sendiri belum memberikan tanggapan terkait pernyataan pewaris tahta kerajaan Saudi itu. (Fp/Dak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *