Polisi Mengamankan Istri Pelaku Bom dan Terorisme di Bangil Pasuruan.

Faktapos – Bangil, 5 Juli 2018.
Ledakan Bom di Bangil menunjukkan bahwa Terorisme masih terus aktif di negeri ini. Kelompok Radikal dan Teroris tetap bermunculan dimana-mana. Sel-sel tidur mereka mungkin sangat banyak sehingga tidak mudah untuk segera diselesaikan apalagi kadang mereka sembunyi, diam dan tidak melakukan aksi dalam waktu cukup lama.

Ledakan yang terjadi di Gajahbendo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7). Ledakan Bom tersebut menyebabkan seorang anak kecil terluka dan pelakunya dengan nama lengkap yang teridentifikasi pleh polisi bernama, Abdullah alias Awardi lari dengan membawa Ranksel.

Pria kelahiran Jakarta, 12 Juni 1968 itu berasal dari Karang Tanjung RT06 RW07, Kecamatan Serang, Banten. Ia kabur dengan membawa tas hitam yang diduga berisi bom siap ledak.

Awardi diketahui tinggal bersama istrinya, Dina Rohana. Wanita ini kelahiran Sidorjo, 16 Juni 1978 dan berasal dari Permahan Arbain, Desa Gempeng, Bangil, Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono SIK kepada wartawan mengaku sudah mengamankan Dina, sesaat setelah ia membawa anak lelakinya yang berusia 6 tahun ke rumah sakit karena terluka.

“Masih kita kejar. Dia lari ke arah Timur sambil menggendong ransel hitam. Sedangkan istrinya diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap Raydian lagi.

Memang menyulitkan sekali seseorang terkena faham radikal, maka hanya tinggal menunggu waktu, momen, pemicu untuk melakukan hal-hal tindak terrorisme. Karenanya menghilangkan, meredam, meminimalisir faham-faham dan ajaran-ajaran radikal adalah cara paling penting untuk menghilangkan dan mengurangi Terrorisme. (Fp/Dak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *