Ratusan Pemberontak di Daraa Serahkan Diri Ke Militer Suriah

Faktapos.com – Damaskus, 2 Juli 2018. Pemimpin Pangkalan Militer Rusia Hmeimim di Latakia Suriah dan Kepala Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah Mayor Jenderal Alexey Tsygankov mengatakan ratusan milisi bersenjata di Provinsi Daraa, Suriah selatan telah menyerahkan diri dan menyerahkan senjata mereka kepada militer negara ini.

Hal itu dikatakan Tsygankov ketika menyinggung gencatan senjata di beberapa daerah seperti di Umm Walad, Atbaa dan Jebb melalui mediasi Rusia.

Menurut Rusiya el-Yaum, Sabtu (30/6/2018), Tsygankov mengatakan, tiga lokasi penduduk: Umm Walad, Atbaa dan Jebb telah bergabung dengan gencatan senjata di zona de-eskalasi di barat daya Suriah.

Dia menambahkan, sedikitnya 250 militan berhenti memerangi pasukan pemerintah dan secara sukarela memutuskan untuk memverifikasi status mereka.

Menurut Kepala Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah, para milisi telah menyerahkan 118 buah senjata, tiga kendaraan dan banyak amunisi.

Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 220 warga Suriah telah kembali ke rumah mereka di Provinsi Homs dan Ghouta Timur, pinggiran Damaskus.

“Sebanyak 70.749 penduduk Ghouta Timur dan 106.691 penduduk Provinsi Homs telah kembali dari kamp-kamp untuk pengungsi dan orang-orang terlantar,” ujarnya.

Menurut Tsygankov, meski gencatan senjata telah diberlakukan, namun kelompok-kelompok bersenjata telah melanggarnya.

Sesuai dengan keputusan yang dibuat oleh negara-negara penjamin gencantan senjata Suriah yaitu Rusia, Iran dan Turki pada Mei 2017, zona de-eskalasi diciptakan di Suriah. Pada pertengahan September, ketiga negara mengumumkan pembentukan empat zona de-eskalasi.

Zona de-eskalasi meliputi Provinsi Idlib dan beberapa bagian dari daerah tetangganya di Latakia. Juga Provinsi Hama dan Aleppo di sebelah utara kota Homs, Ghouta Timur, dan Provinsi Daraa dan al-Quneitra di Suriah selatan. (Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *