Republik Islam Iran Kembali Ingatkan Dunia Soal Tragedi Kemanusiaan di Yaman

Faktapos.com – Sanaa, 13 Maret 2018

Sanaa, Yaman telah tiga tahun mendapat serangan tanpa henti dari Arab Saudi dan berlanjutnya agresi tersebut bakal menimbulkan bencana kemanusiaan di negara Arab miskin ini.

Menurut sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setiap 10 menit satu anak Yaman meninggal dunia akibat bencana kolera dan gizi buruk yang disebabkan blokade Arab Saudi terhadap negara ini. Peter Maurer, Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) hari Ahad (11/3) di Tehran mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam atas kondisi mengenaskan rakyat Yaman.

Salah satu isu penting yang ditekankan di pertemuan presiden ICRC dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif adalah gencatan senjata segera di Yaman dan pengiriman bantuan obat-obatan serta makanan kepada warga yang tengah diblokade ini.

Zarif dalam pertemuan ini menjelaskan, Republik Islam Iran akan mengerahkan segenap upayanya untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah dan Yaman serta mengirim bantuan kemanusiaan kepada warga dua negara tersebut.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat mengagresi Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan luat. Namun untuk siapa Arab Saudi bekerja dan siapa yang paling diuntungkan dari perang yang dikobarkan Saudi tersebut?

Koran The Guardian cetakan Inggris pekan lalu menjelang kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman ke London menulis, “Inggris menutup mata atas kejahatan Arab Saudi di Yaman dan tidak mengindahkan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Konvensi Jenewa, karena London memperioritaskan hubungan perdagangannya dengan Riyadh.”

Koran ini di salah satu memo salah satu kontributornya mengingatkan, Mohammad bin Salman adalah sosok yang melanggar Konvensi Jenewa dan menghancurkan infrastruktur pertanian Yaman sejak awal agresi. Selanjutnya ia membombardir perusahaan produsen makanan, susu dan ladang pertanian. Selama serangan udara Arab Saudi ke Yaman, sampai saat ini banyak warga sipil yang tewas dan terluka. Para korban ini juga termasuk anak-anak.

Realitanya adalah di perang Arab Saudi terhadap Yaman muncul keuntungan dan kepentingan kotor Amerika, Inggris dan Israel termasuk juga keuntungan dari penjualan senjata dan perdagangan dengan Riyadh.

Di lawatan terbaru Bin Salman ke London ditandatangani kontrak perdagangan kedua negara senilai 100 miliar dolar. Kunjungan tahun lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Riyadh juga ditandatangani kontrak penjualan senjata senilai 110 miliar dolar.

Laman najmosageb dilaporannya menyebutkan, “Merebaknya wabah dan meningitis di Yaman adalah kerusakan yang ditimbulkan Amerika dan tentara bayarannya, ketika mereka mencapai kebuntuan di operasi militer melawan rakyat tak berdaya Yaman.”

Namun yang paling disayangkan di peristiwa pahit ini yang diisyaratkan oleh seorang pengamat politik dan ia mengatakan, “Arab Saudi tengah melakukan kejahatan terhadap anak-anak Yaman dan membombardir sekolah serta rumah sakit di negara ini serta PBB tidak melakukan langkah-langkah konstruktif karena mereka hanya melayani Amerika Serikat.

Tragedi kemanusiaan di Yaman semakin parah akibat berlanjutnya blokade negara ini oleh rezim Saudi. Jika tidak ada langkah pasti untuk menghentikan agresi dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman, maka kita akan menyaksikan tragedi yang lebih besar terjadi di negara ini. (Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *