Rusia: Tak Perlu Badan Penyelidikan Senjata Kimia (OPCW), AS Sudah Jadi Hakim Sekaligus Algojo

Faktapos.com – Jakarta, 18 April 2018.
Beberapa hari yang lalu OPCW datang ke Suriah, Douma, Ghouta Timur untuk menyelidiki kepastian dugaan penggunaan senjata Kimia oleh Suriah. Tetapi Sebelumnya AS dan sekutunya, Inggris serta Prancis sudah melakukan serangan dengan 121 rudal ke wilyah-wilayah Suriah dengan alasan menghancurkan pusat-pusat persenjataan kimia. Karenanya Rusia merasa geram, Tidak perlu badan OPCW untuk menyelidiki senjata kimia. AS dan kawan-kawannya sudah menjadi juri sekaligus algojonya.Rusia menyatakan tidak ada gunanya melakukan penyelidikan baru untuk menentukan pihak yang bisa disalahkan atas serangan senjata kimia di Suriah, karena Amerika Serikat dan sekutunya sudah berperan sebagai hakim sekaligus algojo.

Hal tersebut di rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa soal Suriah, Selasa (17/4), yang telah digelar sebanyak enam kali hanya dalam rentang sembilan hari. Rusia bersitegang dengan negara-negara Barat karena insiden yang memicu serangan udara AS, Inggris dan Perancis itu.

DK PBB dihadapkan pada kebuntuan soal cara menggantikan penyelidikan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menentukan pihak bertanggung jawab di balik serangan gas racun di Douma.

Usulan AS dan Rusia yang saling bersaing untuk menggelar penyelidikan baru terkait serangan mematikan di Suriah pekan lalu tak diadopsi oleh Dewan Keamanan.

Perancis, Amerika dan Inggris kemudian menyebarkan draf resolusi baru yang bertujuan untuk membuka penyelidikan baru, Sabtu lalu. Pembicaraan awal mengenai usulan itu digelar Senin yang akan datang.

Pernyatan keras Rusia disampaikan Duta Besar Vassily Nebenzia menanggapi upaya baru pihak Barat itu.

“Ide menciptakan mekanisme mengatribusi pertanggungjawaban penggunaan senjata kimia tak lagi masuk akal ketika Washington dan para sekutunya sudah menyimpulkan siapa yang bersalah dan pada dasarnya sudah bertindak sebagai algojo,” ujarnya dalam rapat, dikutip Reuters.

Sejatinya, Rusia meminta rapat digelar terkait keadaan Raqqa, lokasi yang sempat dikuasai ISIS, dan kamp terpencil Rubkan untuk pengungsi Suriah dekat Yordania dan Irak. Kelompok teror itu dikalahkan Amerika tahun lalu, dan kini negara itu tampak tak ambil pusing.

“Rusia memanggil kita ke sini dalam rangka kampanye pesan untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan rezim (Presiden Suriah Bashar al-Asssad),” kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB Kelley Currie pada Dewan.

“Untuk melakukan itu, Rusia meminta Dewan untuk memfokuskan perhatiannya pada satu bagian Suriah di mana rezim Assad tak membantai warga sipil dengan bom atau senjata kimia terlarang.” (Ft/CNN/Int/SA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *