Rusia Tekankan Keberadaan Hizbullah dan Iran Masih Dibutuhkan di Suriah

Faktapos.com – Beirut, 13 Juni 2018. Dubes Rusia untuk Lebanon Alexander Zasypkin menyatakan kondisi Suriah sejauh tidak memungkinkan keluarnya Iran dan Hizbullah dari Suriah.

“Hizbullah atau Iran tidak mungkin keluar dari Suriah dalam situasi ini, karena penumpasan teroris masih belum terealisasi,” ujarnya dalam wawancara dengan Radio al-Nour, Selasa (12/6/2018).

Dia menambahkan, “Perhatian terhadap isu ini berasal dari kubu lawan untuk menanamkan keraguan dan menciptakan problema antara Poros Resistensi dan Rusia. Ini tak dapat diterima.”

Poros Resistensi adalam kubu anti pendudukan Israel atas Palestina yang terdiri atas Iran, Suriah, Irak, Hizbullah, dan kelompok-kelompok pejuang bersenjata Palestina dan lain-lain.

Zasypkin juga menekankan bahwa “hubungan antara Rusia dan Poros Resistensi di Suriah adalah hubungan kerjasama”, sedangkan “keberadaan Amerika Serikat di Suriah justru merupakan bagian dari penyebab kompleksitas di negara ini.”

Dia juga menyinggung bahwa Rusia berdiri menyertai tentara Suriah dalam pengendalian semua garis perbatasan.

Mengenai Lebanon dia mengaku yakin bahwa proses pembentukan pemerintah baru Lebanon pasca pemilu parlemen yang dimenangi kelompok pejuang Hizbullah tidak akan berkepanjangan. Dia menilai bahwa kompleksitas internasional dan regional tidak akan banyak berpengaruh pada proses pembentukan komposisi pemerintah Lebanon.(Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *