“Sudah Saatnya Perdagangan Antar Negara Tidak Menggunakan Dolar Amerika”

Faktapos – Jakarta, 23 April 2018.

Bank Indonesia (BI) memiliki strategi untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya dengan mengajak pengusaha untuk memanfaatkan local currency settlement (LCS).

Biasanya, fasilitas tersebut digunakan pada saat melakukan transaksi perdagangan antar negara dengan menggunakan mata uang lokal.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan saat ini Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan Malaysia dan Thailand.

“Kita kan sudah ada LCS, kita dorong pengusaha untuk LCS,” kata Agusman di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Dia mengaku sampai saat ini masih banyak pengusaha yang belum memanfaatkan fasilitas tersebut. Dia meminta pengusaha bisa menggunakan LCS dan tidak lagi bergantung dengan mata uang seperti dolar AS. Sehingga jika terjadi gejolak tidak berdampak signifikan.

“Kita melihat situasi itu, termasuk yang kita dorong itu single currencydi Malaysia, Thailand. Pada saat itu sesama kita bisa ngapain beli currency lain,” ungkap dia.

Sekedar informasi, dolar AS kian perkasa. Pagi tadi nilai tukar uang negeri Paman Sam ini setara Rp 13.875. Sore ini dolar tembus Rp 13.900 per US$.

Puncaknya, nilai tukar dolar bahkan mencapai Rp 13.944. Meski nilai the greenback sudah tinggi, bank sentral meminta masyarakat tidak panik.(HMB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *