Uni Eropa Kritik Penangkapan Aktivis HAM Oleh Arab Saudi

Faktapos.com – Jenewa, 12 Agustus 2018. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, mengkritik pendekatan Arab Saudi dan meminta penjelasan tentang penangkapan terhadap para aktivis hak asasi manusia di negara itu.

Pada 31 Juli lalu, aparat keamanan Saudi memulai gelombang baru penangkapan dan menahan sejumlah aktivis HAM dan hak-hak perempuan, termasuk Samar Badawi dan Nassima al-Sada.

Samar Badawi adalah salah satu aktivis HAM di dunia, yang dikenal karena kegiatannya dalam mendukung hak-hak perempuan di Arab Saudi dan pada tahun 2012, AS memberikan penghargaan kepadanya sebagai perempuan internasional pemberani.

Nassima al-Sada juga seorang aktivis di wilayah timur Saudi, yang telah menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam kampanye hak-hak perempuan. Selain kedua orang ini, puluhan aktivis dan banyak kritikus pemerintah Saudi juga dipenjara dalam beberapa pekan terakhir.Penangkapan itu telah mengundang gelombang protes internasional. Secara khusus, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam satu tahun terakhir menjanjikan reformasi di bidang politik, budaya, dan sosial di Arab Saudi, yang sejalan dengan tuntutan Barat. Dia juga menjanjikan reformasi ekonomi dan mencanangkan program ambisius, Saudi Vision 2030.

Dalam sebuah keputusan prematur, Bin Salman memberi kebebasan kepada perempuan Saudi seperti, izin mengemudi, bepergian ke luar negeri tanpa muhrim, kehadiran di tempat-tempat umum, dan mempekerjakan perempuan di berbagai sektor ekonomi dan sosial. Keputusan ini disambut baik oleh para aktivis perempuan dan hak-hak sipil di Saudi, tetapi sekarang rezim Saudi justru menangkap dan memenjarakan para aktivis. Saat ini lebih dari 30.000 aktivis sipil dan sosial berada di penjara-penjara Saudi.

Jamal Khashoggi, seorang wartawan senior dan mantan pemimpin redaksi¬†Al Arab News Channel¬†mengatakan, “Mohammed bin Salman telah menyita perhatian Barat dengan menghapus pengekangan sosial, terutama mencabut larangan mengemudi perempuan. Namun pada saat yang sama, ia telah mengintensifkan penumpasan kebebasan politik dan mencabut hak masyarakat untuk menyatakan pendapatnya.”

Banyak lembaga-lembaga internasional dan HAM termasuk Amnesty International, menyatakan keprihatinan terkait penangkapan aktivis di Saudi dan menuntut pembebasan mereka. Menurut sebagian besar mereka, rezim Saudi adalah salah satu pelanggar utama HAM di dunia. Namun, para pejabat Riyadh yang mendapat dukungan dari Washington, terus melanjutkan kebijakan anti-kemanusiaan mereka di dalam dan di luar Arab Saudi (di Yaman).

Medea Benjamin dari Gerakan Perdamaian Amerika menuturkan, “Saudi semakin menjadi-jadi dalam melanggar hak asasi manusia karena sikap bungkam pemerintahan Trump dan juga penandatanganan kontrak penjualan senjata miliar dolar oleh kedua negara.”

Penangkapan masif di Arab Saudi dan kejahatannya di Yaman menunjukkan bahwa Al Saud sama sekali tidak peduli dengan isu-isu HAM. Berlanjutnya kebijakan seperti ini berpotensi menyeret Bin Salman pada situasi yang rentan.(Fp/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *