Valentine Day tidak Masalah Apalagi Bid’ah di Saudi

Faktapos.com – Saudi. 15 Februari 2018.
Kalau di Indonesia sebagian pengikut Islam yang condong pada Saudi, banyak mengungkapkan hal-hal yang berbau Barat dan Kafir itu sesat dan Bid’ah termasuk Valentine Day. Tetapi kalau melihat bagaimana negara Saudi dan fatwa-fatwanya tentang banyak hal akan sangat berbeda sekali. Beberapa waktu yang lalu banyak terlihat perayaan Valentin Day di Saudi.

Beginilah suasana perayaan Hari Kasih Sayang di Arab Saudi saban tahun. Tidak boleh ada bunga, kartu ucapan, boneka beruang, pernik berbentuk hati, cokelat, dan sebagainya yang semua berwarna merah. “Maaf, saya tidak menjual mawar merah. Semua sudah saya buang tiga hari lalu,” kata seorang pemilik toko bunga tidak mau disebutkan identitasnya di Ibu Kota Riyadh. Dia memang memajang bunga beraneka warna kecuali merah. Pengalaman delapan tahun lalu itu masih berlangsung.

Dia paham betul jauh-jauh hari sebelum Hari Valentine, polisi syariah bakal memperingatkan para pemilik toko dan pusat belanja untuk tidak menjual pernak-pernik buat merayakan hari istimewa itu. Mereka akan berpatroli pagi dan malam.

Mawar-mawar merah itu bakal muncul lagi beberapa hari selepas 14 Februari. “Mungkin dalam lima hari saya akan menjual lagi mawar merah,” ujarnya. Harganya pun bakal meroket. Kalau di hari biasa cuma lima riyal atau setara 12.500, pas Hari Valentine menjadi 36 riyal (Rp 96.450).

meski begitu terdapat sejumlah toko nekat menjual barang-barang khas Valentine. Mereka tidak memajang mawar-mawar merah itu. Kartu ucapan selamat juga diletakkan di bawah tumpukan kartu bertulisan “Kepada nenekku” atau “Selamat pensiun!”.

Namun, seiring perkembangan zaman, sikap Negeri Dua Kota Suci mulai melentur. Kepala Polisi Syariah Saudi Syekh Abdullatif al-Syekh kemarin membantah pihaknya akan menutup toko-toko menjual bunga di seantero negara itu jelang perayaan Hari Valentine.

Menurut Syekh, hal itu bukan urusan polisi Syariah. “Ini merupakan tugas pihak lain. Tugas kami adalah menolak mereka melanggar Alquran, sunnah, dan peraturan pemerintah,” kata dia, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (13/2).

Pernyataan Syekh itu muncul setelah beberapa laporan menyebut polisi syariah berencana menutup semua toko menjual bunga saat hari Valentine.

Dengan keputusan Syekh itu, boleh jadi perayaan Valentine juga bakal berlangsung Makkah dan Madinah. Di dua kota suci itu juga terdapat sejumlah toko bunga, seperti Mecca di Makkah dan Al-Madinah di Madinah. Bahkan, toko bunga di Madinah ini sudah beroperasi selama seperempat abad. [fas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *